BAB II

LANDASAN TEORETIS

  1. Kajian Teoretis Konsep Latihan
  2. Pengertian Latihan

Latihan yang teratur merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh seorang atlet untuk mencapai prestasinya secara maksimal. Bahkan atlet yang berbakat sekali pun jika tidak mau melakukan latihan  secara teratur dan terarah, prestasi optimal yang diharapkannya akan sulit diraihnya. Sebaliknya seseorang yang kurang berbakat dalam cabang olahraga tertentu jika melakukan latihan secara teratur dan terarah tidak mustahil ia akan meraih prestasinya yang optimal. Dengan demikian, siapa pun yang ingin meraih prestasi secara maksimal, perlu melakukan latihan secara sungguh-sungguh, teratur, sistematis, dan berulang-ulang.

Hal tersebut sejalan dengan pengertian training (latihan) yang dikemukakan Harsono (1988: 101) sebagai berikut, “Latihan adalah proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja, yang dilakukan secara berulang-ulang, dengan kian hari kian menambah jumlah latihan atau pekerjaannya”.

Yang dimaksud dengan sistematis artinya terencana menurut jadwal/pola sistem tertentu, dari mudah ke sukar, dari yang sederhana ke yang lebih kompleks. Berulang-ulang maksudnya agar gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah, akhirnya otomatis dan menjadi reflektif sehingga menghemat energi. Yang dimaksud dengan menambah beban yakni secara periodik atau bertahap, beban senantiasa ditambah jika telah tiba saatnya untuk ditambah.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa suatu proses kegiatan dapat disebut suatu proses latihan jika proses kegiatan tersebut berisi hal-hal seperti berikut.

  1. Kegiatan yang dilakukan dalam suatu proses harus sistematis,
  2. Kegiatan itu dilakukan secara berulang-ulang, dan
  3. Beban kegiatannya kian hari kian bertambah.

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

Password : Hub : 085317569999 (300 ribu)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *